Dalam survey
preferensi, dikenal dua metode pendekatan. Pendekatan pertama adalah Revealed Preference (RP). Teknik Revealed Preference menganalisis pilihan masyarakat berdasarkan
laporan yang sudah ada. Dengan menggunakan teknik statistik diidentifikasi
faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan. Teknik Revealed Preference ini memiliki kelemahan antara lain dalam hal
memperkirakan respon individu terhadap suatu keadaan pelayanan yang belum ada
pada saat ini dan bisa jadi keadaan tersebut berbeda jauh dari keadaan yang
sekarang (Ortuzar and Willumsen, 2001).
Kelemahan
pada pendekatan pertama tersebut dicoba diatasi dengan pendekatan kedua yang
disebut teknik Stated Preference
(SP). Teknik Stated Preference
merupakan terhadap responden untuk mengetahui respon mereka terhadap situasi
yang berbeda. Pada teknik ini peneliti dapat mengontrol secara penuh
faktor-faktor yang ada pada situasi hipotesis.
Masing-masing individu ditanya tentang responnya jika mereka dihadapkan
kepada situasi yang diberikan dalam keadaan yang sebenarnya (bagaimana
preferensinya terhadap pilihan yang ditawarkan). Kebanyakan Stated Preference menggunakan
perancangan eksperimen untuk menyusun alternatif-alternatif yang disajikan
kepada responden. Rancangan ini biasanya dibuat orthogonal, artinya kombinasi antara atribut yang disajikan
bervariasi secara bebas satu sama lain. Keuntungannya adalah bahwa efek dari
setiap atribut yang direspon lebih mudah diidentifikasikan (Pearmin et al.,
1991).
Metode Stated
Preference terbagi menjadi tiga macam, yaitu Contingen Valuation, Conjoint
Analiysis dan Discrete Choice. Contingent
Valuation terdiri dari dua macam, yaitu:
opened ended dan referendum. Pada open-ended,
respoden ditanya mengenai Willingness To
Pay mereka (atau keinginannya untuk menerima kompensasi) untuk suatu
perbaikan (pengurangan) lingkungan tertentu atau perubahan kualitas tertentu.
Analisis statistik dari data yang dihasilkan dengan teknik ini relatif
langsung. Saat ini metode opened-ended Contingent
Value sudah jarang dipergunakan karena hasil yang dipergunakan karena hasil
yang diperoleh ternyata bias untuk rentang waktu tertentu (Novirani, 2007).
Kebanyakan
studi Contingent Value saat ini
menggunakan metode Referendum. Teknik
ini melibatkan responden untuk membuat pilihan di antara dua alternatif yang
ditawarkan. Apakah responden mau membayar atau tidak membayar sejumlah tertentu
untuk mendapatkan penambahan kualitas pelayanan (Novirani, 2007).
Conjoint analysis
terbagi menjadi tiga macam cara analisis, yaitu conjoint rating, conjoint
ranking dan paired comparison. Conjoint Rating, responden diminta untuk
mengevaluasi sekelompok alternatif dalam satu waktu, dengan menggunakan skala
numerik. Conjoint ranking, responden diberikan tiga atau lebih alternatif
dalam setiap pertanyaan dan diminta memberikan rangking dari
alternatif-alternatif tersebut yang paling disukai sampai dengan yang paling
tidak disukai. Paired comparison, responden diberikan dua alternatif dalam satu
waktu untuk memberikan nilai (rate)
terhadap preferensi mereka dalam skala nilai 5 – 10. Sejumlah pertanyaan
diajukan ke setiap responden, dimana responden hanya perlu mempertimbangkan 2-3
atribut dalam satu waktu (Kotri, 2006).