Sunday, December 21, 2014

State Preferences

       Dalam survey preferensi, dikenal dua metode pendekatan.  Pendekatan pertama adalah Revealed Preference (RP). Teknik Revealed Preference menganalisis pilihan masyarakat berdasarkan laporan yang sudah ada. Dengan menggunakan teknik statistik diidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan. Teknik Revealed Preference ini memiliki kelemahan antara lain dalam hal memperkirakan respon individu terhadap suatu keadaan pelayanan yang belum ada pada saat ini dan bisa jadi keadaan tersebut berbeda jauh dari keadaan yang sekarang (Ortuzar and Willumsen, 2001).
Kelemahan pada pendekatan pertama tersebut dicoba diatasi dengan pendekatan kedua yang disebut teknik Stated Preference (SP). Teknik Stated Preference merupakan terhadap responden untuk mengetahui respon mereka terhadap situasi yang berbeda. Pada teknik ini peneliti dapat mengontrol secara penuh faktor-faktor yang ada pada situasi hipotesis.  Masing-masing individu ditanya tentang responnya jika mereka dihadapkan kepada situasi yang diberikan dalam keadaan yang sebenarnya (bagaimana preferensinya terhadap pilihan yang ditawarkan). Kebanyakan Stated Preference menggunakan perancangan eksperimen untuk menyusun alternatif-alternatif yang disajikan kepada responden. Rancangan ini biasanya dibuat orthogonal, artinya kombinasi antara atribut yang disajikan bervariasi secara bebas satu sama lain. Keuntungannya adalah bahwa efek dari setiap atribut yang direspon lebih mudah diidentifikasikan (Pearmin et al., 1991).
          Metode Stated Preference terbagi menjadi tiga macam, yaitu Contingen Valuation, Conjoint Analiysis dan Discrete Choice.  Contingent Valuation terdiri dari dua macam, yaitu: opened ended dan referendum. Pada open-ended, respoden ditanya mengenai Willingness To Pay mereka (atau keinginannya untuk menerima kompensasi) untuk suatu perbaikan (pengurangan) lingkungan tertentu atau perubahan kualitas tertentu. Analisis statistik dari data yang dihasilkan dengan teknik ini relatif langsung. Saat ini metode opened-ended Contingent Value sudah jarang dipergunakan karena hasil yang dipergunakan karena hasil yang diperoleh ternyata bias untuk rentang waktu tertentu (Novirani, 2007).
Kebanyakan studi Contingent Value saat ini menggunakan metode Referendum. Teknik ini melibatkan responden untuk membuat pilihan di antara dua alternatif yang ditawarkan. Apakah responden mau membayar atau tidak membayar sejumlah tertentu untuk mendapatkan penambahan kualitas pelayanan (Novirani, 2007).

Conjoint analysis terbagi menjadi tiga macam cara analisis, yaitu conjoint rating, conjoint ranking dan paired comparison. Conjoint Rating, responden diminta untuk mengevaluasi sekelompok alternatif dalam satu waktu, dengan menggunakan skala numerik.  Conjoint ranking, responden diberikan tiga atau lebih alternatif dalam setiap pertanyaan dan diminta memberikan rangking dari alternatif-alternatif tersebut yang paling disukai sampai dengan yang paling tidak disukai.  Paired comparison, responden diberikan dua alternatif dalam satu waktu untuk memberikan nilai (rate) terhadap preferensi mereka dalam skala nilai 5 – 10. Sejumlah pertanyaan diajukan ke setiap responden, dimana responden hanya perlu mempertimbangkan 2-3 atribut dalam satu waktu (Kotri, 2006).

No comments:

Post a Comment